Selasa, 03 November 2026

Rabu, 03 November 2026 - 1C - PAK

  RUANG BELAJAR DIGITAL KELAS 1C

USTMAN BIN AFFAN

SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG    

📌 IDENTITAS
Nama Guru: Silva Ayuningsih,, S. Pd. dan Hesti Windari, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 03 November 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Pendidikan Anti Korupsi
Materi: Menerapkan sikap mandiri dilingkungan sekolah
Pertemuan Ke: 13 (1 JP)

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan memahami nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap mandiri. Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku mandiri di lingkungan sekolah, membedakan perilaku mandiri dan tidak mandiri, serta membiasakan diri melakukan tugas dan tanggung jawab tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

💗 TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap mandiri dengan bahasa sederhana.

  2. Menyebutkan contoh perilaku mandiri di lingkungan sekolah.

  3. Membedakan perilaku mandiri dan tidak mandiri.

  4. Menjelaskan manfaat membiasakan sikap mandiri.

  5. Menunjukkan sikap mandiri dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.

  6. Membiasakan diri bertanggung jawab terhadap tugas dan keperluan pribadi.

🌷 1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, sebelum belajar, mari kita duduk dengan tertib dan memusatkan perhatian.

Hari ini kita akan belajar tentang menerapkan sikap mandiri di sekolah.

Setiap anak harus belajar melakukan kegiatan sendiri tanpa selalu meminta bantuan orang lain.

Sikap mandiri perlu kita biasakan sejak kecil, baik di rumah maupun di sekolah.

Coba perhatikan dan pikirkan beberapa pertanyaan berikut!

✏️ Siapa yang menyiapkan alat tulis sendiri sebelum belajar?

✏️ Apakah kalian merapikan tas sendiri setelah selesai belajar?

✏️ Apa yang kalian lakukan jika pensil jatuh ke lantai?

✏️ Apakah kalian selalu meminta bantuan teman ketika mengerjakan tugas?

✏️ Mengapa kita harus belajar melakukan sesuatu sendiri?

Ayo, perhatikan cerita berikut!

Cerita 1: Rani Anak yang Mandiri 🎒

Rani Senang Melakukan Kegiatan Sendiri

Rani adalah anak yang rajin dan mandiri.

Setiap pagi, Rani menyiapkan buku dan alat tulisnya sendiri.

Sesampainya di sekolah, Rani meletakkan tas pada tempatnya.

Sebelum belajar, Rani menyiapkan buku sesuai pelajaran hari itu.

Ketika pensilnya jatuh, Rani mengambilnya sendiri.

Saat guru memberikan tugas, Rani mengerjakannya dengan sungguh-sungguh tanpa menyontek pekerjaan teman.

Setelah selesai belajar, Rani merapikan kembali alat tulis dan bukunya.

Guru merasa senang karena Rani menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab.

Ayo, kita pahami ceritanya!

  1. Siapa anak yang memiliki sikap mandiri? Rani.

  2. Apa yang disiapkan Rani sebelum berangkat sekolah? Buku dan alat tulis.

  3. Apa yang dilakukan Rani ketika pensilnya jatuh? Mengambilnya sendiri.

  4. Bagaimana sikap Rani ketika mengerjakan tugas? Mengerjakan sendiri dengan sungguh-sungguh.

  5. Apa yang dilakukan Rani setelah selesai belajar? Merapikan alat tulis dan bukunya.

Apa saja perilaku mandiri yang dilakukan Rani?

🌷 Menyiapkan alat tulis sendiri.

🌷 Meletakkan tas pada tempatnya.

🌷 Mengambil pensil yang jatuh sendiri.

🌷 Mengerjakan tugas sendiri.

🌷 Merapikan buku dan alat tulis.

Melalui cerita ini, peserta didik belajar bahwa sikap mandiri dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dilakukan setiap hari di sekolah.

🌷 2. Meaningful (Bermakna)

Sholeh dan sholehah, sikap mandiri sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sekolah, kita memiliki banyak kegiatan yang dapat dilakukan sendiri.

Misalnya, menyiapkan alat tulis, mengerjakan tugas, merapikan meja, dan menjaga barang milik sendiri.

Dengan bersikap mandiri, kita belajar menjadi anak yang tidak selalu bergantung kepada orang lain.

Cerita 2: Budi Anak yang Mau Berusaha ✏️

Budi Belajar Menjadi Mandiri

Budi adalah anak yang sedang belajar menjadi mandiri.

Setiap kali masuk kelas, Budi selalu meminta temannya mengambilkan buku.

Ketika guru memberikan tugas, Budi meminta temannya mengerjakan soal.

Budi juga sering tidak merapikan alat tulisnya setelah belajar.

Suatu hari, guru menasihati Budi agar belajar melakukan tugasnya sendiri.

Guru menjelaskan bahwa setiap anak harus berusaha dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Sejak saat itu, Budi mulai menyiapkan buku sendiri, mengerjakan tugas dengan kemampuannya, dan merapikan alat tulis setelah belajar.

Budi merasa senang karena mulai bisa melakukan banyak hal sendiri.

Ayo, kita pahami ceritanya!

  1. Siapa anak yang sedang belajar menjadi mandiri? Budi.

  2. Apa yang sering diminta Budi kepada temannya? Mengambilkan buku dan mengerjakan tugas.

  3. Apa nasihat guru kepada Budi? Belajar melakukan tugas sendiri.

  4. Apa yang dilakukan Budi setelah mendapat nasihat? Mulai melakukan tugasnya sendiri.

  5. Bagaimana perasaan Budi setelah belajar mandiri? Senang.

Dari cerita ini, kita belajar bahwa sikap mandiri harus dibiasakan sejak kecil.

Cerita 3: Siti Mengerjakan Tugas Sendiri 📚

Siti sedang mengikuti kegiatan belajar di kelas.

Guru memberikan tugas menulis beberapa kalimat sederhana.

Siti mulai mengerjakan tugasnya dengan teliti.

Ketika melihat temannya sudah selesai, Siti tidak meminta jawaban temannya.

Siti tetap berusaha menyelesaikan tugas sesuai kemampuannya.

Jika ada soal yang belum dipahami, Siti mengangkat tangan dan bertanya kepada guru.

Setelah selesai, Siti mengumpulkan tugasnya sendiri.

Guru memuji Siti karena telah berusaha mandiri dan jujur.

Dari cerita tersebut, kita belajar:

🌷 Berusaha mengerjakan tugas sendiri.

🌷 Tidak menyontek pekerjaan teman.

🌷 Tidak bergantung kepada teman.

🌷 Berani bertanya kepada guru ketika belum memahami pelajaran.

🌷 Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.

Melalui cerita ini, peserta didik memahami bahwa mandiri bukan berarti tidak boleh meminta bantuan. Kita tetap boleh bertanya ketika mengalami kesulitan, tetapi harus mau berusaha terlebih dahulu.


Yuk simak video pembelajaran berikut:



💗 3. Mengenal Sikap Mandiri

Sholeh dan sholehah, sekarang kita akan mengenal lebih jauh tentang sikap mandiri.

Sikap mandiri adalah perilaku mampu melakukan sesuatu atau menyelesaikan tugas sendiri tanpa selalu bergantung kepada bantuan orang lain.

Anak yang mandiri mau berusaha, percaya pada kemampuannya, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.

A. Contoh Sikap Mandiri di Sekolah

Beberapa contoh perilaku mandiri yang dapat kita lakukan di sekolah:

  1. Menyiapkan buku dan alat tulis sendiri.

  2. Membawa perlengkapan sekolah sendiri.

  3. Meletakkan tas pada tempatnya.

  4. Mengerjakan tugas sendiri.

  5. Mengambil alat tulis yang jatuh.

  6. Merapikan meja setelah belajar.

  7. Membuang sampah pada tempatnya.

  8. Mengembalikan buku ke tempat semula.

  9. Menjaga barang milik sendiri.

  10. Mengumpulkan tugas tepat waktu.

B. Contoh Sikap Tidak Mandiri di Sekolah

Berikut contoh perilaku yang menunjukkan kurangnya sikap mandiri:

  1. Selalu meminta teman mengambilkan alat tulis.

  2. Meminta orang lain mengerjakan tugas.

  3. Tidak mau merapikan meja sendiri.

  4. Selalu meminta bantuan untuk hal yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri.

  5. Tidak mau berusaha ketika menghadapi kesulitan.

  6. Membiarkan barang pribadi berserakan.

  7. Selalu menunggu teman menyelesaikan pekerjaan.

  8. Tidak mau bertanggung jawab terhadap tugas sendiri.

C. Manfaat Memiliki Sikap Mandiri

Sholeh dan sholehah, sikap mandiri memiliki banyak manfaat.

🌷 1. Melatih Tanggung Jawab

Kita belajar bertanggung jawab terhadap tugas dan barang milik sendiri.

Contoh: Merapikan alat tulis setelah belajar.

🌷 2. Melatih Percaya Diri

Kita menjadi lebih yakin terhadap kemampuan diri sendiri.

Contoh: Berani mengerjakan tugas tanpa selalu meminta bantuan teman.

🌷 3. Menjadi Anak yang Disiplin

Kita belajar melakukan kegiatan sesuai waktu dan aturan.

Contoh: Menyiapkan buku sebelum pelajaran dimulai.

🌷 4. Tidak Selalu Bergantung kepada Orang Lain

Kita terbiasa berusaha melakukan sesuatu sendiri.

Contoh: Mengambil botol minum sendiri.

🌷 5. Melatih Kejujuran

Kita belajar mengerjakan tugas sesuai kemampuan sendiri tanpa menyontek.

Contoh: Mengerjakan soal ujian tanpa melihat jawaban teman.

🌷 6. Menjadi Lebih Terampil

Kita semakin terbiasa melakukan berbagai kegiatan sederhana.

Contoh: Merapikan tas dan perlengkapan sekolah sendiri.

D. Mandiri Bukan Berarti Tidak Boleh Meminta Bantuan

Sholeh dan sholehah, anak yang mandiri bukan berarti harus melakukan semua hal sendirian.

Jika kita sudah berusaha tetapi masih mengalami kesulitan, kita boleh meminta bantuan kepada guru atau teman.

Contohnya:

  • Bertanya kepada guru jika belum memahami pelajaran.

  • Meminta bantuan ketika mengalami kesulitan membuka sesuatu.

  • Meminta pertolongan ketika terjatuh atau terluka.

  • Meminta penjelasan ketika belum memahami tugas.

Ingat ya, kita harus mau berusaha terlebih dahulu sebelum meminta bantuan.

💗 4. Mengenal Perilaku Mandiri dan Tidak Mandiri di Sekolah

Ayo, perhatikan perbedaan perilaku berikut!

A. Perilaku Mandiri



  • Menyiapkan buku sendiri.

  • Mengerjakan tugas sendiri.

  • Merapikan meja setelah belajar.

  • Mengembalikan alat tulis ke tempatnya.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

B. Perilaku Tidak Mandiri



  • Meminta teman mengerjakan tugas.

  • Selalu meminta orang lain mengambilkan barang.

  • Tidak mau merapikan meja.

  • Membiarkan alat tulis berserakan.

  • Tidak mau berusaha menyelesaikan pekerjaan sendiri.

C. Perbedaan Perilaku Mandiri dan Tidak Mandiri

Perilaku Mandiri

Perilaku Tidak Mandiri

Menyiapkan buku sendiri.

Selalu meminta disiapkan teman.

Mengerjakan tugas sendiri.

Meminta teman mengerjakan tugas.

Merapikan meja sendiri.

Membiarkan meja berantakan.

Menjaga alat tulis sendiri.

Tidak peduli dengan barang sendiri.

Berusaha menyelesaikan tugas.

Mudah menyerah dan tidak mau mencoba.

Ingat ya, sholeh dan sholehah!

Anak yang mandiri adalah anak yang mau berusaha, tidak mudah menyerah, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya sendiri.

💗 5. Keterkaitan dengan Nilai Pendidikan Anti Korupsi

Sholeh dan sholehah, sikap mandiri merupakan salah satu nilai penting dalam Pendidikan Anti Korupsi.

Mandiri berarti tidak selalu bergantung kepada orang lain dan berani berusaha melakukan sesuatu dengan kemampuan sendiri.

Sikap mandiri juga mengajarkan kita untuk tidak mengambil jalan pintas yang tidak benar.

Contohnya:

🌷 Mengerjakan tugas sendiri tanpa menyontek.

🌷 Tidak meminta teman mengerjakan tugas kita.

🌷 Berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan kemampuan sendiri.

🌷 Tidak bergantung kepada orang lain untuk hal yang bisa dilakukan sendiri.

🌷 Bertanggung jawab terhadap barang milik pribadi.

🌷 Berani mencoba meskipun belum berhasil.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar bahwa menjadi anak mandiri berarti berani berusaha, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

Mari kita biasakan sikap mandiri sejak kecil agar tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan berintegritas.

💗 6. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah SWT dan Asmaul Husna

Sholeh dan sholehah, Allah SWT menciptakan manusia dengan kemampuan yang berbeda-beda.

Allah memberikan kita tangan untuk melakukan kegiatan, kaki untuk berjalan, mata untuk melihat, dan akal untuk berpikir.

Semua kemampuan tersebut harus kita syukuri dan gunakan untuk melakukan kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra'd ayat 11 yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar:

🌷 Mau berusaha melakukan sesuatu sendiri.

🌷 Tidak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan.

🌷 Menggunakan kemampuan untuk melakukan kebaikan.

🌷 Bertanggung jawab terhadap tugas.

🌷 Bersyukur atas kemampuan yang diberikan Allah SWT.

🌷 1. Al-Qawiyy — Maha Kuat

Allah SWT memiliki nama Al-Qawiyy, artinya Maha Kuat.

Allah SWT memiliki kekuatan yang sempurna.

Sebagai manusia, kita harus menggunakan kekuatan dan kemampuan yang diberikan Allah untuk melakukan hal-hal baik.

Contoh penerapan:

  • Berusaha mengerjakan tugas sendiri.

  • Berani mencoba hal baru.

  • Tidak mudah menyerah.

  • Melakukan kegiatan sederhana tanpa selalu meminta bantuan.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar menjadi anak yang kuat, berani, dan mandiri.

🌷 2. Al-Matin — Maha Kokoh

Allah SWT memiliki nama Al-Matin, artinya Maha Kokoh.

Kita dapat belajar memiliki pendirian yang kuat dalam melakukan kebaikan.

Contoh penerapan:

  • Tetap berusaha meskipun mengalami kesulitan.

  • Tidak mudah menyerah.

  • Tidak ikut menyontek meskipun diajak teman.

  • Berani melakukan hal yang benar.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar memiliki keteguhan hati untuk melakukan kebaikan.

🌷 3. Al-Bashir — Maha Melihat

Allah SWT memiliki nama Al-Bashir, artinya Maha Melihat.

Allah SWT Maha Melihat segala sesuatu yang dilakukan oleh hamba-Nya.

Walaupun tidak ada guru yang mengawasi, kita harus tetap melakukan hal yang benar.

Contoh penerapan:

  • Mengerjakan tugas dengan jujur.

  • Tidak menyontek saat mengerjakan soal.

  • Menjaga barang milik sendiri.

  • Tetap bertanggung jawab meskipun tidak diawasi.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar bahwa kejujuran dan tanggung jawab harus dilakukan kapan saja.

Pesan: Anak yang hebat adalah anak yang mandiri, jujur, tidak mudah menyerah, dan bertanggung jawab.

Yuk, kita belajar menjadi anak yang mandiri dan selalu melakukan kebaikan!

🌷 7. Kegiatan Pembelajaran

Yuk, kita belajar menerapkan sikap mandiri di sekolah melalui kegiatan yang menyenangkan!

A. Ayo Amati dan Pahami!

Guru menunjukkan beberapa gambar perilaku anak di lingkungan sekolah.

Peserta didik mengamati gambar dengan saksama.

Guru mengajak peserta didik mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan sikap mandiri dan tidak mandiri.

Contoh kegiatan:

  • Anak menyiapkan buku sendiri.

  • Anak meminta teman mengerjakan tugas.

  • Anak merapikan meja setelah belajar.

  • Anak membiarkan alat tulis berserakan.

  • Anak mengerjakan tugas tanpa menyontek.

  • Anak selalu meminta bantuan untuk mengambil barangnya.

Ayo, jawab pertanyaan berikut!

  1. Perilaku manakah yang menunjukkan sikap mandiri?

  2. Mengapa kita harus mengerjakan tugas sendiri?

  3. Apa yang harus dilakukan setelah selesai belajar?

  4. Mengapa kita tidak boleh menyontek pekerjaan teman?

  5. Apa manfaat menjadi anak yang mandiri?

B. Ayo Praktik Menjadi Anak Mandiri!

Guru mengajak peserta didik melakukan kegiatan sederhana di dalam kelas.

Peserta didik diminta melakukan kegiatan secara mandiri.

Contoh kegiatan:

  1. Menyiapkan buku dan alat tulis sendiri.

  2. Merapikan meja belajar.

  3. Memasukkan buku ke dalam tas.

  4. Membuang sampah pada tempatnya.

  5. Mengembalikan alat tulis ke tempat semula.

Guru mengamati peserta didik ketika melakukan kegiatan tersebut.

Setelah selesai, guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang telah berusaha melakukan kegiatan secara mandiri.

C. Ayo Diskusi Bersama!

Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil atau berpasangan.

Setiap kelompok mendapatkan contoh permasalahan sederhana tentang sikap mandiri di sekolah.

Peserta didik berdiskusi untuk menemukan jawaban dari permasalahan tersebut.

Contoh permasalahan:

Situasi 1: Rina selalu menyiapkan buku dan alat tulisnya sendiri sebelum belajar. Apakah Rina sudah menunjukkan sikap mandiri? Mengapa?

Situasi 2: Budi meminta temannya mengerjakan tugas sekolah karena tidak mau berusaha. Apakah perilaku Budi termasuk mandiri?

Situasi 3: Siti merapikan meja dan memasukkan buku ke dalam tas setelah selesai belajar. Sikap baik apa yang ditunjukkan Siti?

Situasi 4: Andi tidak mau mengerjakan tugas sendiri dan selalu menyontek pekerjaan temannya. Apakah perilaku Andi sesuai dengan nilai mandiri dan jujur?

Setelah berdiskusi, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara sederhana.

Guru memberikan penguatan terhadap jawaban peserta didik.

D. Ayo Bermain "Aku Anak Mandiri!" 🌷

Guru membacakan beberapa contoh perilaku.

Peserta didik mendengarkan dan menentukan apakah perilaku tersebut menunjukkan sikap mandiri atau tidak mandiri.

Aturan permainan:

  • Jika perilaku menunjukkan sikap mandiri, peserta didik mengangkat kedua tangan.

  • Jika perilaku menunjukkan sikap tidak mandiri, peserta didik meletakkan kedua tangan di atas meja.

Contoh perilaku:

  1. Menyiapkan buku sendiri.

  2. Meminta teman mengerjakan tugas.

  3. Merapikan meja setelah belajar.

  4. Membiarkan alat tulis berserakan.

  5. Mengerjakan tugas tanpa menyontek.

  6. Mengembalikan buku ke tempat semula.

  7. Selalu meminta teman mengambilkan barang.

  8. Berusaha menyelesaikan tugas sendiri.

Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang aktif dan berani menjawab.

E. Ayo Biasakan Sikap Mandiri!

Guru mengajak peserta didik menyebutkan satu kegiatan mandiri yang akan dilakukan setiap hari di sekolah.

Contohnya:

🌷 Saya akan menyiapkan buku sendiri.

🌷 Saya akan mengerjakan tugas sendiri.

🌷 Saya akan merapikan meja setelah belajar.

🌷 Saya akan menjaga alat tulis sendiri.

🌷 Saya akan membuang sampah pada tempatnya.

🌷 Saya tidak akan menyontek pekerjaan teman.

Peserta didik menyampaikan janji sederhana untuk menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab.

💗 LATIHAN MANDIRI

Ayo, kerjakan soal berikut dengan benar!

A. Berilah tanda centang (✓) pada perilaku yang menunjukkan sikap mandiri!

  1. Menyiapkan buku dan alat tulis sendiri.

  2. Meminta teman mengerjakan tugas.

  3. Merapikan meja setelah belajar.

  4. Menyontek pekerjaan teman.

  5. Memasukkan buku ke dalam tas sendiri.

B. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan sikap mandiri?

  2. Sebutkan dua contoh sikap mandiri di sekolah!

💗 PENUTUP

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar tentang menerapkan sikap mandiri di sekolah. 💗

Kita telah belajar mengenal pengertian sikap mandiri, contoh perilaku mandiri dan tidak mandiri, serta manfaat membiasakan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Ingat ya, sholeh dan sholehah!

🌷 Biasakan menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.

🌷 Kerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.

🌷 Jangan menyontek pekerjaan teman.

🌷 Rapikan meja dan alat tulis setelah belajar.

🌷 Jangan mudah menyerah ketika mengalami kesulitan.

🌷 Berani mencoba dan terus berusaha.

🌷 Bertanggung jawablah terhadap tugas sendiri.

🌷 Jangan selalu bergantung kepada orang lain.

Semoga kita menjadi anak yang saleh dan salehah, mandiri, jujur, disiplin, percaya diri, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 03 November 2026 - 1C - PAK

   RUANG BELAJAR DIGITAL KELAS 1C USTMAN BIN AFFAN SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG      📌 IDENTITAS Nama Guru: Silva Ayuningsih,, S. Pd. dan ...