Minggu, 01 November 2026

Senin, 02 November 2026 - 1C - Bahasa Indonesia

RUANG BELAJAR DIGITAL KELAS 1C

USTMAN BIN AFFAN

SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG     

πŸ“Œ IDENTITAS
Nama Guru: Silva Ayuningsih, S. Pd. dan Hesti Windari, S.Pd.
Hari/Tanggal: Senin, 02 November r 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi : Mengenal percakapan tentang lingkungan sekitar, bertanya dan menjawab dengan baik
Pertemuan Ke: 9 (3 JP)

πŸ’— CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menyimak dan memahami percakapan sederhana tentang lingkungan sekitar yang disampaikan secara lisan. Peserta didik dapat mengenali isi percakapan, mengajukan pertanyaan, serta memberikan jawaban yang sesuai dengan menggunakan bahasa yang santun dan baik dalam kehidupan sehari-hari.

πŸ’— TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat:

  1. Menyimak percakapan sederhana tentang lingkungan sekitar dengan baik.

  2. Mengenali tokoh dan isi percakapan.

  3. Memahami informasi yang disampaikan dalam percakapan.

  4. Mengajukan pertanyaan sederhana sesuai dengan topik percakapan.

  5. Menjawab pertanyaan dengan tepat dan menggunakan bahasa yang santun.

  6. Membiasakan diri berbicara sopan dan menghargai orang lain.

🌷 1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, sebelum belajar, mari kita duduk dengan tertib dan memusatkan perhatian.

Hari ini kita akan belajar tentang percakapan mengenai lingkungan sekitar.

Saat melakukan percakapan, kita perlu memperhatikan beberapa hal.

✏️ Siapa saja yang sedang berbicara?

✏️ Apa yang sedang mereka bicarakan?

✏️ Pertanyaan apa yang disampaikan?

✏️ Bagaimana cara menjawab pertanyaan dengan baik?

✏️ Apakah kita sudah menggunakan bahasa yang santun?

Ayo, simak percakapan berikut!

Percakapan 1: Taman Sekolah 🌳

<image> </image>

Rani: "Hai, Siti! Apa yang kamu lihat di taman?"

Siti: "Aku melihat banyak bunga yang indah."

Rani: "Di mana bunga itu tumbuh?"

Siti: "Bunga itu tumbuh di taman sekolah."

Rani: "Siapa yang merawat bunga-bunga itu?"

Siti: "Pak Guru dan anak-anak ikut merawatnya."

Rani: "Mengapa kita harus merawat tanaman?"

Siti: "Agar tanaman tumbuh subur dan lingkungan menjadi indah."

Rani: "Bagaimana perasaanmu melihat taman yang bersih?"

Siti: "Aku merasa senang."

Ayo, kita pahami percakapannya!

  • Siapa yang sedang bercakap-cakap? Rani dan Siti.

  • Apa yang dilihat Siti? Bunga.

  • Di mana bunga tumbuh? Di taman sekolah.

  • Siapa yang merawat bunga? Pak Guru dan anak-anak.

  • Mengapa kita harus merawat tanaman? Agar tanaman tumbuh subur.

  • Bagaimana perasaan Siti melihat taman yang bersih? Senang.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menyimak percakapan, memahami informasi, serta mengenali cara bertanya dan menjawab dengan baik.

🌷 2. Meaningful (Bermakna)

Sholeh dan sholehah, percakapan dapat kita lakukan setiap hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar.

Kita dapat bercakap-cakap dengan orang tua, guru, teman, dan tetangga.

Ketika berbicara dengan orang lain, kita harus menggunakan bahasa yang baik dan sopan.

Percakapan 2: Kebersihan Lingkungan 🧹

Beni: "Halo, Ali! Apa yang sedang kamu lakukan?"

Ali: "Aku sedang menyapu halaman sekolah."

Beni: "Mengapa kamu menyapu halaman?"

Ali: "Agar halaman sekolah bersih."

Beni: "Siapa yang membuang sampah ke tempat sampah?"

Ali: "Semua peserta didik harus membuang sampah pada tempatnya."

Beni: "Bagaimana jika kita melihat sampah berserakan?"

Ali: "Kita harus mengambilnya dan membuangnya ke tempat sampah."

Beni: "Terima kasih atas penjelasannya, Ali."

Ali: "Sama-sama, Beni."

Dari percakapan tersebut, kita belajar:

🌷 Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

🌷 Berani bertanya ketika ingin mengetahui sesuatu.

🌷 Menjawab pertanyaan dengan jelas.

🌷 Mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan atau penjelasan.

🌷 Menghargai orang yang sedang berbicara.

Percakapan 3: Lingkungan Rumah 🏑

Dina: "Ibu, apa yang sedang Ibu lakukan?"

Ibu: "Ibu sedang menyiram tanaman."

Dina: "Di mana Ibu meletakkan tanaman?"

Ibu: "Tanaman Ibu letakkan di halaman rumah."

Dina: "Mengapa tanaman harus disiram?"

Ibu: "Agar tanaman mendapatkan air dan tumbuh subur."

Dina: "Kapan Ibu biasanya menyiram tanaman?"

Ibu: "Ibu menyiram tanaman setiap pagi."

Dina: "Baik, Bu. Besok aku ingin membantu Ibu."

Ibu: "Terima kasih, Dina. Anak yang rajin membantu itu baik."

Dari percakapan tersebut, kita belajar bertanya dan menjawab dengan santun serta membiasakan diri membantu menjaga lingkungan rumah.

πŸ’— 3. Mengenal Percakapan

Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk saling menyampaikan informasi, bertanya, dan memberikan jawaban.

Dalam percakapan terdapat beberapa hal penting.

A. Unsur-Unsur Percakapan

  1. Pembicara: orang yang menyampaikan sesuatu.

  2. Lawan bicara: orang yang diajak berbicara.

  3. Pertanyaan: kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu.

  4. Jawaban: tanggapan untuk menjawab pertanyaan.

  5. Topik pembicaraan: hal yang sedang dibicarakan.

B. Kata Tanya dalam Percakapan

Kata TanyaKegunaan
Apa?Menanyakan benda atau sesuatu.
Siapa?Menanyakan orang.
Kapan?Menanyakan waktu.
Di mana?Menanyakan tempat.
Mengapa?Menanyakan alasan.
Bagaimana?Menanyakan keadaan atau cara.

C. Cara Bertanya dan Menjawab dengan Baik

Ketika melakukan percakapan, kita harus membiasakan diri untuk:

  1. Mengucapkan salam saat memulai percakapan.

  2. Menggunakan kata-kata yang sopan.

  3. Berbicara dengan suara yang jelas.

  4. Mendengarkan ketika orang lain berbicara.

  5. Tidak memotong pembicaraan.

  6. Menjawab pertanyaan sesuai dengan yang ditanyakan.

  7. Mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan atau informasi.

Contoh:

Kurang sopan: "Hei, kamu sedang apa?"

Lebih sopan: "Halo, teman. Apa yang sedang kamu lakukan?"

Ingat ya, sholeh dan sholehah, bertanya boleh, menjawab harus baik, dan berbicara harus sopan.

πŸ’— 4. Mengenal Contoh Pertanyaan dan Jawaban

Ayo, perhatikan beberapa contoh berikut!

Kata TanyaPertanyaanJawaban
Apa?Apa yang ada di taman?Ada bunga.
Siapa?Siapa yang menyapu halaman?Ali.
Kapan?Kapan kamu menyiram tanaman?Pagi hari.
Di mana?Di mana bunga tumbuh?Di taman.
Mengapa?Mengapa kita membuang sampah pada tempatnya?Agar lingkungan bersih.
Bagaimana?Bagaimana keadaan taman yang bersih?Indah dan nyaman.

Dengan mengenal kata tanya, kita dapat membuat pertanyaan dan memberikan jawaban yang sesuai.

πŸ’— 5. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah SWT

Sholeh dan sholehah, Allah SWT menciptakan alam semesta beserta isinya. Ada tumbuhan, hewan, air, udara, dan berbagai keindahan alam yang dapat kita nikmati.

Lingkungan sekitar merupakan salah satu nikmat Allah yang harus kita syukuri dan jaga.

Melalui pembelajaran ini, kita belajar:

🌷 Bersyukur atas lingkungan yang Allah ciptakan.

🌷 Menjaga kebersihan rumah dan sekolah.

🌷 Menyayangi tumbuhan dan hewan.

🌷 Berbicara dengan sopan kepada orang lain.

🌷 Mendengarkan ketika orang lain sedang berbicara.

🌷 Saling membantu dan menghargai sesama.

Mari kita menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

πŸ’— 6. Keterkaitan dengan Asmaul Husna

🌷 1. Al-Khaliq — Maha Pencipta

Allah SWT adalah Al-Khaliq, yaitu Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai macam tumbuhan, hewan, dan alam yang ada di sekitar kita.

Contoh percakapan:

Aisyah: "Apa yang Allah ciptakan di taman?"

Fatimah: "Allah menciptakan bunga, pohon, dan kupu-kupu."

Aisyah: "Bagaimana cara kita menjaga ciptaan Allah?"

Fatimah: "Kita harus merawat tanaman dan tidak merusak lingkungan."

Melalui percakapan ini, peserta didik belajar mengenal ciptaan Allah dan menjaga lingkungan sekitar.

🌷 2. As-Sami' — Maha Mendengar

Allah SWT memiliki nama As-Sami', artinya Maha Mendengar.

Allah Maha Mendengar setiap perkataan dan doa hamba-Nya.

Kita juga harus belajar menjadi pendengar yang baik ketika orang lain berbicara.

Contoh penerapan:

  • Mendengarkan guru ketika menjelaskan.

  • Mendengarkan teman ketika bertanya.

  • Tidak memotong pembicaraan.

  • Menjawab pertanyaan dengan santun.

🌷 3. Al-'Alim — Maha Mengetahui

Allah SWT adalah Al-'Alim, artinya Maha Mengetahui.

Allah mengetahui segala sesuatu, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diajak untuk rajin bertanya agar mendapatkan pengetahuan baru.

Pesan: Jangan takut bertanya, karena bertanya merupakan salah satu cara untuk belajar.

Yuk simak video pembelajaran berikut:



🌷 7. Kegiatan Pembelajaran

Yuk, kita berlatih melakukan percakapan!

A. Ayo Simak dan Pahami!

Guru membacakan percakapan berikut. Peserta didik mendengarkan dengan saksama.

Percakapan: Menjaga Taman Sekolah 🌺

Nina: "Halo, Rara! Apa yang sedang kamu lakukan?"

Rara: "Aku sedang menyiram bunga."

Nina: "Di mana kamu menyiram bunga?"

Rara: "Aku menyiram bunga di taman sekolah."

Nina: "Mengapa bunga harus disiram?"

Rara: "Agar bunga tumbuh subur."

Nina: "Kapan kamu menyiram bunga?"

Rara: "Aku menyiram bunga setiap pagi."

Nina: "Bagaimana keadaan taman sekolah sekarang?"

Rara: "Taman sekolah terlihat bersih dan indah."

Ayo, jawab pertanyaan berikut!

  1. Siapa yang sedang menyiram bunga?

  2. Apa yang sedang dilakukan Rara?

  3. Di mana Rara menyiram bunga?

  4. Mengapa bunga harus disiram?

  5. Kapan Rara menyiram bunga?

  6. Bagaimana keadaan taman sekolah?

B. Ayo Praktik Percakapan!

Guru membagi peserta didik secara berpasangan.

  • Peserta didik pertama berperan sebagai penanya.

  • Peserta didik kedua berperan sebagai penjawab.

  • Peserta didik membaca percakapan dengan suara jelas.

  • Peserta didik menggunakan bahasa yang sopan.

  • Setelah selesai, peserta didik bertukar peran.

Topik percakapan dapat berupa:

  1. Kebersihan kelas.

  2. Tanaman di halaman sekolah.

  3. Hewan di sekitar rumah.

  4. Kegiatan membersihkan lingkungan.

  5. Keindahan taman sekolah.

C. Ayo Bertanya dan Menjawab!

Guru memberikan beberapa pertanyaan sederhana tentang lingkungan sekitar.

  1. Apa yang kamu lihat di halaman sekolah?

  2. Siapa yang membersihkan kelas?

  3. Kapan kamu membuang sampah?

  4. Di mana kamu bermain bersama teman?

  5. Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

  6. Bagaimana cara menjaga lingkungan sekolah?

Peserta didik menjawab pertanyaan secara lisan dengan bahasa yang santun.

πŸ’— Latihan Mandiri



πŸ’— PENUTUP

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar mengenal percakapan tentang lingkungan sekitar. πŸ’—

Kita telah belajar menyimak percakapan, mengenali kata tanya, mengajukan pertanyaan, dan menjawab dengan bahasa yang baik dan santun.

Ingat ya, sholeh dan sholehah!

🌷 Berani bertanya adalah sikap yang baik.

🌷 Menjawab pertanyaan harus sesuai dengan yang ditanyakan.

🌷 Gunakan bahasa yang sopan ketika berbicara.

🌷 Dengarkan orang lain ketika sedang berbicara.

🌷 Jangan memotong pembicaraan teman.

🌷 Jagalah kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar.

Semoga kita menjadi anak yang santun, percaya diri, pandai berkomunikasi, dan selalu menghargai orang lain.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷


Senin, 02 November 2026 - 1C - Matematika

RUANG BELAJAR DIGITAL KELAS 1C

USTMAN BIN AFFAN

SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG    

πŸ“Œ IDENTITAS
Nama Guru: Silva Ayuningsih, S. Pd. dan Hesti Windari, S.Pd.
Hari/Tanggal: Senin, 02 November r 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Matematika
Materi : Soal Cerita Pengurangan
Pertemuan Ke: 4 (2 JP)

πŸ’— CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami makna pengurangan sebagai proses mengambil atau mengurangi sebagian dari sejumlah benda. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan melalui soal cerita sederhana, menggunakan benda konkret, gambar, dan kalimat matematika dengan bilangan sampai 20.

πŸ’— TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat:

  1. Memahami pengurangan melalui cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Menentukan jumlah benda mula-mula dalam sebuah cerita.

  3. Menentukan jumlah benda yang diambil, diberikan, atau berkurang.

  4. Menuliskan kalimat matematika menggunakan simbol pengurangan (−).

  5. Menyelesaikan soal cerita pengurangan dengan tepat.

  6. Belajar bersyukur dan membiasakan diri berbagi dengan sesama.

🌷 1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, sebelum belajar, mari kita duduk dengan tertib dan memusatkan perhatian.

Hari ini kita akan belajar menyelesaikan soal cerita pengurangan.

Saat mendengarkan cerita, kita perlu memperhatikan beberapa hal.

✏️ Siapa yang ada dalam cerita?

✏️ Berapa jumlah benda mula-mula?

✏️ Berapa benda yang diambil atau diberikan?

✏️ Apakah jumlah benda bertambah atau berkurang?

✏️ Berapa jumlah benda yang masih tersisa?

Ayo, simak cerita berikut!

Cerita 1: Apel Rani 🍎

<image> </image>

Rani memiliki 5 buah apel.

Ibu mengambil 2 apel untuk adik.

Berapa apel Rani yang masih tersisa?

Ayo, kita pahami ceritanya!

  • Siapa yang memiliki apel? Rani.

  • Berapa apel Rani semula? 5 apel.

  • Berapa apel yang diambil ibu? 2 apel.

  • Apakah jumlah apel bertambah atau berkurang? Berkurang.

  • Berapa apel yang tersisa? 3 apel.

Mari kita hitung!

5 − 2 = 3

Jadi, apel Rani yang tersisa ada 3 buah.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar memahami informasi dalam cerita, menentukan jumlah benda yang berkurang, dan menghitung jumlah benda yang tersisa.

🌷 2. Meaningful (Bermakna)

Sholeh dan sholehah, soal cerita pengurangan dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, ketika memberikan makanan kepada teman, berbagi mainan dengan adik, menggunakan alat tulis, atau memakan buah.

Dengan belajar soal cerita, kita dapat memahami bahwa pengurangan adalah kegiatan mengurangi sebagian dari jumlah benda yang kita miliki.

Cerita 2: Kue Beni πŸͺ

<image> </image>

Beni memiliki 7 kue.

Ia memberikan 3 kue kepada adiknya.

Berapa kue yang masih dimiliki Beni?

Mari kita hitung!

7 − 3 = 4

Jadi, Beni masih memiliki 4 kue.

Cerita 3: Pensil Siti ✏️

<image> </image>

Siti memiliki 8 pensil.

Ia memberikan 2 pensil kepada temannya.

Berapa pensil yang masih dimiliki Siti?

Mari kita hitung!

8 − 2 = 6

Jadi, Siti masih memiliki 6 pensil.

Dari cerita tersebut, kita belajar bahwa pengurangan dapat terjadi ketika sebagian benda diberikan kepada orang lain. Kita juga belajar membiasakan diri berbagi dan menyayangi sesama.

πŸ’— 3. Mengenal Soal Cerita Pengurangan

Soal cerita pengurangan adalah soal matematika yang disajikan dalam bentuk cerita tentang jumlah benda yang berkurang karena diambil, diberikan, dimakan, digunakan, atau terbang.

Dalam soal cerita pengurangan, kita mencari tahu berapa jumlah benda yang masih tersisa.

Kata-Kata yang Menunjukkan Pengurangan

KataMakna
DiambilSebagian benda diambil
DiberikanBenda diberikan kepada orang lain
DimakanSebagian makanan dimakan
TerbangSebagian benda atau hewan pergi
HilangJumlah benda menjadi berkurang
TersisaJumlah benda yang masih ada

Cara Menyelesaikan Soal Cerita Pengurangan

Agar mudah menyelesaikan soal cerita, ikuti langkah-langkah berikut.

Langkah 1: Membaca cerita

Bacalah atau dengarkan cerita dengan teliti.

Langkah 2: Menentukan jumlah awal

Cari tahu berapa jumlah benda yang dimiliki mula-mula.

Langkah 3: Menentukan jumlah yang berkurang

Cari tahu berapa benda yang diambil, diberikan, atau digunakan.

Langkah 4: Menuliskan kalimat matematika

Gunakan simbol pengurangan (−).

Langkah 5: Menghitung hasilnya

Hitung berapa jumlah benda yang masih tersisa.

Contoh:

Dina memiliki 9 permen. Ia memberikan 4 permen kepada temannya.

Berapa permen Dina yang tersisa?

Diketahui:

  • Permen mula-mula = 9.

  • Permen yang diberikan = 4.

Kalimat matematika:

9 − 4 = 5

Jadi, permen Dina yang tersisa ada 5 buah.

πŸ’— 4. Ayo Belajar Menghitung!

Perhatikan contoh soal berikut!

Contoh 1

Ada 10 burung di atas pohon. Sebanyak 3 burung terbang.

Berapa burung yang masih ada di pohon?

10 − 3 = 7

Jadi, burung yang masih ada di pohon berjumlah 7 ekor.

Contoh 2

Ibu memiliki 12 buah jeruk. Sebanyak 5 jeruk diberikan kepada tetangga.

Berapa jeruk yang masih dimiliki ibu?

12 − 5 = 7

Jadi, jeruk ibu yang tersisa ada 7 buah.

Contoh 3

Di taman terdapat 15 bunga. Sebanyak 4 bunga dipetik.

Berapa bunga yang masih ada di taman?

15 − 4 = 11

Jadi, bunga yang masih ada di taman berjumlah 11 bunga.

πŸ’— 5. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah SWT

Sholeh dan sholehah, Allah SWT menciptakan berbagai macam tumbuhan, hewan, buah-buahan, dan seluruh alam semesta untuk memberikan manfaat bagi kehidupan kita.

Kita dapat belajar matematika melalui benda-benda ciptaan Allah SWT, seperti buah apel, jeruk, bunga, dan hewan.

Melalui pembelajaran ini, kita belajar:

🌷 Bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

🌷 Menggunakan akal untuk belajar dan berhitung.

🌷 Berbagi makanan kepada teman dan keluarga.

🌷 Menyayangi tumbuhan dan hewan ciptaan Allah.

🌷 Tidak boros dan menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan.

Mari kita selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Allah SWT.

Alhamdulillah. πŸ€²πŸ’—

πŸ’— 6. Keterkaitan dengan Asmaul Husna

🌷 1. Ar-Razzaq — Maha Pemberi Rezeki

Allah SWT adalah Ar-Razzaq, yaitu Maha Pemberi Rezeki.

Allah memberikan berbagai rezeki kepada kita, seperti makanan, buah-buahan, dan minuman.

Contoh cerita:

Ibu memiliki 8 buah jeruk. Ibu memberikan 3 jeruk kepada tetangga.

Berapa jeruk yang masih dimiliki ibu?

8 − 3 = 5

Jadi, jeruk yang masih dimiliki ibu ada 5 buah.

Melalui cerita ini, peserta didik belajar berhitung sekaligus meneladani perilaku berbagi kepada sesama.

🌷 2. Al-Khaliq — Maha Pencipta

Allah SWT adalah Al-Khaliq, yaitu Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai macam hewan dan tumbuhan.

Contoh cerita:

Di taman ada 7 kupu-kupu. Sebanyak 2 kupu-kupu terbang ke taman lain.

Berapa kupu-kupu yang masih ada di taman?

7 − 2 = 5

Jadi, kupu-kupu yang masih ada di taman berjumlah 5 ekor.

Melalui cerita ini, peserta didik belajar berhitung dan menyayangi seluruh makhluk ciptaan Allah SWT.


Yuk simak video pembelajaran berikut:



🌷 7. Kegiatan Pembelajaran

Yuk, simak cerita yang dibacakan oleh guru!

Cerita 1: Balon Adi 🎈

Adi memiliki 6 balon. Sebanyak 2 balon terlepas dan terbang.

Berapa balon yang masih dipegang Adi?

Mari kita hitung!

6 − 2 = 4

Jadi, Adi masih memegang 4 balon.

Cerita 2: Pensil Maya ✏️

Maya memiliki 10 pensil. Ia memberikan 3 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Maya yang tersisa?

Mari kita hitung!

10 − 3 = 7

Jadi, pensil Maya yang tersisa ada 7 buah.

Ayo Berdiskusi!

Guru mengajak peserta didik menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimiliki Adi dalam cerita pertama?

  2. Berapa jumlah balon Adi mula-mula?

  3. Berapa balon yang terlepas?

  4. Berapa balon yang masih dipegang Adi?

  5. Apa yang dilakukan Maya terhadap pensilnya?

  6. Berapa pensil Maya yang tersisa?

Peserta didik dapat menggunakan jari tangan, benda konkret, atau gambar untuk membantu menghitung.

πŸ’— Latihan Mandiri


πŸ’— PENUTUP

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar tentang soal cerita pengurangan. πŸ’—

Kita telah belajar memahami cerita, menentukan jumlah benda mula-mula, mengetahui jumlah benda yang berkurang, dan menghitung jumlah benda yang tersisa.

Ingat ya, sholeh dan sholehah!

🌷 Pengurangan berarti mengurangi atau mengambil sebagian benda.

🌷 Pengurangan menggunakan simbol (−).

🌷 Kita harus membaca soal cerita dengan teliti.

🌷 Kita harus mengetahui jumlah awal dan jumlah yang berkurang.

🌷 Kita dapat menggunakan pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

🌷 Jangan lupa bersyukur dan berbagi kepada sesama.

Semoga kita menjadi anak yang cerdas, teliti, rajin belajar, dan selalu bersyukur kepada Allah SWT.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷


Minggu, 25 Oktober 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 1C - Bahasa Indonesia

RUANG BELAJAR DIGITAL KELAS 1C

USTMAN BIN AFFAN

SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG    

πŸ“Œ IDENTITAS
Nama Guru: Silva Ayuningsih, S. Pd. dan Hesti Windari, S.Pd.
Hari/Tanggal: Jumat, 30 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi : Menjawab Dan Menanggapi Pembicaraan Tentang Kesehatan
Pertemuan Ke: 8 (2 JP)

πŸ’— CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menyimak dan memahami percakapan sederhana tentang kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan, menanggapi perkataan orang lain, serta menyampaikan pendapat dan keadaan diri menggunakan kalimat sederhana yang jelas dan santun.

πŸ’— TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat:

  1. Mengenal percakapan sederhana tentang kesehatan.

  2. Menyimak pembicaraan dengan baik.

  3. Menjawab pertanyaan sesuai isi pembicaraan.

  4. Menanggapi perkataan orang lain dengan tepat.

  5. Menggunakan kata-kata yang santun ketika berbicara.

  6. Mempraktikkan percakapan sederhana tentang kesehatan.

  7. Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.

🌷 1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, kesehatan sangat penting bagi tubuh kita. Kita harus menjaga kebersihan, makan makanan bergizi, berolahraga, dan beristirahat dengan cukup.

Ketika berbicara tentang kesehatan, kita perlu mendengarkan dengan baik, menjawab dengan jujur, dan menanggapi perkataan orang lain dengan santun.

Sebelum belajar, mari jawab pertanyaan berikut!

✏️ Apa yang kamu lakukan agar tubuh tetap sehat?

✏️ Apa yang kamu katakan ketika merasa kurang sehat?

✏️ Apa yang kamu lakukan ketika temanmu berkata bahwa ia sedang sakit?

✏️ Bagaimana cara menjawab pertanyaan guru dengan sopan?

Cute little girl wash his hands in the sink with soap
GIZI SEIMBANG DAN SNACK SEHAT | LINE WEBTOON
student boy and girl Comforting sadly Friend
8

Ketika teman berkata, “Aku sedang kurang sehat,” kita tidak boleh menertawakannya. Kita dapat menjawab:

  • “Semoga kamu segera sehat, ya.”

  • “Apakah kamu ingin meminta bantuan Bu Guru?”

  • “Ayo, kita beri tahu Bu Guru.”

Melalui kegiatan ini, kita belajar peduli kepada orang lain dan menggunakan kata-kata yang baik.

🌷 2. Meaningful (Bermakna)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berbicara tentang kesehatan dengan orang tua, guru, dokter, dan teman.

Kita dapat bertanya, menjawab, dan menanggapi pembicaraan tentang kesehatan.

πŸ’— Percakapan 1: Sarapan Sehat

Ibu: “Aisyah, apakah kamu sudah sarapan?”

Aisyah: “Sudah, Bu. Saya makan nasi dan telur.”

Ibu: “Bagus. Jangan lupa makan buah juga, ya.”

Aisyah: “Baik, Bu. Terima kasih sudah mengingatkan.”

Ayo, pahami percakapannya!

  • Siapa yang berbicara? Ibu dan Aisyah.

  • Apa yang ditanyakan ibu? Apakah Aisyah sudah sarapan.

  • Bagaimana jawaban Aisyah? Ia sudah sarapan dengan nasi dan telur.

  • Bagaimana tanggapan Aisyah terhadap nasihat ibu? Aisyah menjawab dengan sopan dan berterima kasih.

πŸ’— Percakapan 2: Teman Merasa Kurang Sehat

Teacher Comforting Her Crying student

Rani: “Siti, mengapa kamu terlihat kurang bersemangat?”

Siti: “Aku merasa kurang sehat, Rani.”

Rani: “Oh, begitu. Sebaiknya kamu memberi tahu Bu Guru, ya.”

Siti: “Baik, Rani. Terima kasih atas perhatianmu.”

Ayo, pahami percakapannya!

  • Siapa yang merasa kurang sehat? Siti.

  • Apa tanggapan Rani? Rani menyarankan Siti memberi tahu Bu Guru.

  • Bagaimana sikap Rani? Peduli dan sopan.

  • Apa jawaban Siti? Siti berterima kasih kepada Rani.

Kesimpulan: Ketika berbicara tentang kesehatan, kita harus mendengarkan, menjawab sesuai pertanyaan, dan memberikan tanggapan yang baik.

πŸ’— 3. Mengenal Pengertian Menjawab dan Menanggapi Pembicaraan

Menjawab pembicaraan adalah memberikan jawaban terhadap pertanyaan atau perkataan orang lain.

Menanggapi pembicaraan adalah memberikan tanggapan terhadap perkataan orang lain, misalnya menyetujui, memberikan saran sederhana, menunjukkan kepedulian, atau mengucapkan terima kasih.

Perhatikan contoh berikut!

Cause and Effect: If This Happens, Then What?

Contoh menjawab

Ibu: “Apakah kamu sudah mencuci tangan?”

Ani: “Sudah, Bu.”

Ani menjawab pertanyaan ibu.

Kid drinking water Vectors - Download Free High-Quality Vectors | Magnific (formerly Freepik)

Contoh menanggapi

Budi: “Kita harus minum air putih yang cukup.”

Dika: “Betul, Budi. Air putih baik untuk tubuh.”

Dika memberikan tanggapan yang sesuai.

Ingat, ya, sholeh dan sholehah!

  • Menjawab berarti memberikan jawaban.

  • Menanggapi berarti memberikan tanggapan.

  • Jawaban dan tanggapan harus sesuai dengan pembicaraan.

  • Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.

πŸ’— 4. Mengenal Kalimat untuk Menjawab dan Menanggapi

Ketika berbicara tentang kesehatan, kita dapat menggunakan beberapa kalimat berikut.

Keadaan

Contoh kalimat santun

Menjawab pertanyaan

“Sudah, Bu.”

Menyampaikan keadaan tubuh

“Saya merasa kurang sehat.”

Menyetujui nasihat

“Baik, Bu. Saya akan melakukannya.”

Memberikan saran

“Sebaiknya kamu beristirahat.”

Menunjukkan kepedulian

“Semoga kamu segera sehat.”

Mengucapkan terima kasih

“Terima kasih sudah membantu saya.”

🌷 Contoh percakapan

Guru: “Apa yang harus kita lakukan sebelum makan?”

Faris: “Kita harus mencuci tangan, Bu Guru.”

Guru: “Bagus sekali! Jangan lupa menggunakan sabun.”

Faris: “Baik, Bu Guru. Saya akan mencuci tangan dengan sabun.”

Ayo, perhatikan!

  • Faris menjawab pertanyaan guru dengan tepat.

  • Faris menanggapi nasihat guru dengan sopan.

  • Faris menggunakan kata-kata yang baik.

πŸ’— 5. Cara Menjawab dan Menanggapi dengan Santun

Agar dapat menjawab dan menanggapi pembicaraan dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut.

Langkah 1: Dengarkan dengan baik.

Perhatikan perkataan orang yang sedang berbicara.

Langkah 2: Pahami maksud pembicaraan.

Cari tahu apa yang ditanyakan atau disampaikan.

Langkah 3: Jawab sesuai pertanyaan.

Berikan jawaban yang benar dan jujur.

Langkah 4: Berikan tanggapan yang baik.

Kita dapat menyetujui, memberikan saran sederhana, atau menunjukkan kepedulian.

Langkah 5: Gunakan bahasa yang santun.

Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak kasar.

πŸ’— Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Ibu: “Mengapa kamu belum berangkat sekolah?”

Dina: “Saya belum enak badan, Bu.”

Ibu: “Kalau begitu, mari kita periksa keadaanmu dan meminta bantuan jika diperlukan.”

Dina: “Baik, Bu. Terima kasih.”

Dina menjawab dengan jujur dan menanggapi perkataan ibu dengan sopan.

πŸ’— 6. Berbicara dengan Santun tentang Kesehatan

Sholeh dan sholehah, kita harus menjaga perasaan orang lain ketika berbicara. Jangan mengejek teman yang sedang sakit atau merasa kurang sehat.

Il ruolo dell’insegnante di sostegno -

🌷 Meminta bantuan

“Bu Guru, bolehkah saya meminta bantuan?”

Gunakan kalimat yang sopan ketika membutuhkan pertolongan.

Teaching Kids to Recognize Body Signals of Emotions — Fuzzigram

🌷 Menyampaikan keadaan tubuh

“Bu, badan saya terasa kurang sehat.”

Sampaikan keadaan tubuh dengan jujur kepada orang tua atau guru.

Communication, Empathy, and Listening in K-12 Education - Education Briefs | Think Academy US

🌷 Menunjukkan kepedulian

“Apakah kamu membutuhkan bantuan?”

Tanyakan dengan lembut ketika teman membutuhkan pertolongan.

Ingat, ya!

  • Dengarkan orang lain sampai selesai berbicara.

  • Jangan memotong pembicaraan.

  • Jangan mengejek teman.

  • Jawablah pertanyaan dengan jujur.

  • Gunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih sesuai keadaan.

  • Mintalah bantuan orang tua atau guru ketika merasa tidak sehat.

πŸ’— 7. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah Swt.

Sholeh dan sholehah, Allah Swt. menciptakan tubuh kita dengan berbagai bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Kita dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan, dan melakukan banyak kegiatan.

Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang perlu kita syukuri. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan memperhatikan kesehatan.

Melalui pembelajaran ini, kita belajar untuk:

  • 🌷 Bersyukur atas nikmat kesehatan.

  • 🌷 Menjaga kebersihan tubuh.

  • 🌷 Menyampaikan keadaan tubuh dengan jujur.

  • 🌷 Mendengarkan nasihat yang baik.

  • 🌷 Menolong teman yang membutuhkan bantuan.

  • 🌷 Berbicara dengan sopan kepada orang tua, guru, dan teman.

Mari gunakan kemampuan berbicara untuk menyampaikan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas nikmat kesehatan. πŸ€²πŸ’—

πŸ’— 8. Keterkaitan dengan Asmaul Husna

🌷 1. As-Sami' — Maha Mendengar

Allah Swt. memiliki nama As-Sami', yang berarti Maha Mendengar.

Kita belajar mendengarkan perkataan orang lain dengan saksama agar dapat memahami pembicaraan dan memberikan jawaban yang tepat.

Contoh:

Ibu: “Jangan lupa menggosok gigi sebelum tidur.”

Aisyah: “Baik, Bu. Saya akan menggosok gigi sebelum tidur.”

Melalui percakapan ini, kita belajar mendengarkan nasihat dan menjawab dengan santun.

🌷 2. Ar-Rahman — Maha Pengasih

Allah Swt. memiliki nama Ar-Rahman, yang berarti Maha Pengasih.

Kita dapat menunjukkan kasih sayang dengan memperhatikan dan membantu orang lain.

Contoh:

Rina: “Siti, mengapa kamu duduk saja?”

Siti: “Aku merasa kurang sehat.”

Rina: “Mari, aku bantu memanggil Bu Guru.”

Siti: “Terima kasih, Rina.”

Melalui percakapan ini, kita belajar peduli dan menanggapi keadaan teman dengan baik.

🌷 3. Al-Hafizh — Maha Memelihara

Allah Swt. memiliki nama Al-Hafizh, yang berarti Maha Memelihara.

Kita belajar menjaga diri dan kesehatan dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Contoh:

Ayah: “Apa yang kamu lakukan sebelum makan?”

Faris: “Saya mencuci tangan dengan sabun, Yah.”

Ayah: “Bagus, Faris. Terus biasakan hidup bersih, ya.”

Faris: “Baik, Ayah.”

Melalui percakapan ini, kita belajar menjawab pertanyaan dengan tepat dan menanggapi nasihat dengan sopan.

🌷 9. Kegiatan Pembelajaran

Yuk, sholeh dan sholehah, kita berlatih menjawab dan menanggapi pembicaraan tentang kesehatan!

πŸ’— Kegiatan 1: Bacalah Percakapan Berikut

Percakapan 1: Meminta Izin kepada Guru

Beni: “Bu Guru, kepala saya terasa pusing.”

Guru: “Baik, Beni. Mari kita beri tahu orang tuamu.”

Beni: “Baik, Bu Guru. Terima kasih.”

Pertanyaan:

  1. Apa yang dirasakan Beni?

  2. Apa tanggapan guru terhadap perkataan Beni?

  3. Bagaimana Beni menanggapi perkataan guru?

Jawaban:

  1. Beni merasa pusing.

  2. Guru membantu Beni dengan menghubungi orang tuanya.

  3. Beni menjawab dengan sopan dan mengucapkan terima kasih.

πŸ’— Kegiatan 2: Menanggapi Nasihat

Percakapan 2: Menjaga Kesehatan

Ayah: “Jangan lupa minum air putih yang cukup, ya.”

Dina: “Baik, Ayah. Saya akan minum air putih.”

Ayah: “Bagus, Dina. Jangan lupa makan buah juga.”

Dina: “Terima kasih atas nasihatnya, Ayah.”

Pertanyaan:

  1. Apa nasihat ayah kepada Dina?

  2. Bagaimana Dina menjawab nasihat ayah?

  3. Apakah Dina berbicara dengan santun?

Jawaban:

  1. Ayah mengingatkan Dina untuk minum air putih dan makan buah.

  2. Dina menjawab bahwa ia akan minum air putih dan berterima kasih.

  3. Ya, Dina berbicara dengan santun.

πŸ’— Latihan Mandiri

Pilihlah jawaban yang tepat!

Ayo, Berlatih! πŸ’—

0/5 dijawab

1. Ibu bertanya, “Apakah kamu sudah mandi?” Jawaban yang tepat adalah ....

2. Teman berkata, “Aku merasa kurang sehat.” Tanggapan yang santun adalah ....

3. Guru berkata, “Jangan lupa mencuci tangan.” Tanggapan yang baik adalah ....

4. Ketika orang lain sedang berbicara, kita sebaiknya ....

5. Kalimat yang santun untuk meminta bantuan adalah ....

Periksa Jawaban

🌷 Ayo, Praktikkan Percakapan!

Berpasanganlah dengan temanmu. Pilih peran sebagai Ani atau Budi, lalu bacakan percakapan berikut dengan suara yang jelas dan santun.

Tema: Menjaga Kesehatan

Ani: “Budi, apakah kamu sudah sarapan?”

Budi: “Sudah, Ani. Aku makan nasi dan telur.”

Ani: “Bagus! Jangan lupa makan buah juga, ya.”

Budi: “Baik, Ani. Terima kasih atas nasihatmu.”

Ani: “Sama-sama, Budi.”

Setelah membaca, jawablah pertanyaan berikut secara lisan.

  1. Siapa saja yang berbicara?

  2. Apa yang dimakan Budi?

  3. Apa tanggapan Budi terhadap nasihat Ani?

  4. Apakah Ani dan Budi berbicara dengan santun?

πŸ’— PENUTUP

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar tentang menjawab dan menanggapi pembicaraan tentang kesehatan dengan santun. πŸ’—

Kita belajar mendengarkan pembicaraan, menjawab pertanyaan dengan tepat, memberikan tanggapan yang baik, dan menggunakan bahasa yang sopan.

Ingat, ya, sholeh dan sholehah!

🌷 Aku mendengarkan orang lain dengan baik.

🌷 Aku menjawab pertanyaan dengan jujur.

🌷 Aku menanggapi perkataan orang lain dengan santun.

🌷 Aku tidak memotong pembicaraan.

🌷 Aku peduli kepada teman yang merasa kurang sehat.

🌷 Aku menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

🌷 Aku bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat kesehatan.

Semoga kita menjadi anak yang sehat, santun, peduli, dan rajin belajar.

Semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 1C! πŸ’—πŸŒ·

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Jumat, 30 Oktober 2026 - 1C - Adab

  RUANG BELAJAR DIGITAL KELAS 1C

USTMAN BIN AFFAN

SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG    

πŸ“Œ IDENTITAS
Nama Guru: Silva Ayuningsih, S. Pd. dan Hesti Windari, S.Pd. 
Hari/Tanggal: Jumat, 23 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Adab
Materi: Menolong teman yang membutuhkan bantuan
Pertemuan Ke: 14 (1 JP)

A. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mengenal dan membiasakan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling menolong, peduli kepada teman, bersikap sopan, dan menghargai orang lain.

B. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan arti menolong teman.

  2. Menyebutkan contoh sikap menolong teman di sekolah dan di rumah.

  3. Membedakan perilaku suka menolong dan tidak suka menolong.

  4. Mempraktikkan cara menolong teman dengan sopan dan ikhlas.

  5. Membiasakan sikap peduli, baik hati, dan saling menyayangi.

πŸ’— 1. Mindful (Berkesadaran)

Ayo Amati dan Pikirkan!

Perhatikan gambar berikut!

Learning How to Lead Without Being Loud

Gambar 1. Membantu teman mengambil buku.

Γ‡ocuklar Δ°Γ§in ArkadaşlΔ±k ve Δ°yilik MasalΔ± ArkadaşlΔ±k Kâşesi

Gambar 2. Membantu teman mengambil pensil.

Jawablah pertanyaan berikut secara lisan!

  1. Apa yang dilakukan anak pada gambar?

  2. Mengapa kita perlu menolong teman?

  3. Bagaimana perasaanmu jika ada teman yang menolongmu?

  4. Apa yang kamu lakukan jika melihat teman kesulitan?

Pesan penting: Kita perlu peka terhadap keadaan teman. Jika teman membutuhkan bantuan, bantulah sesuai kemampuan kita.

🌷 2. Meaningful (Bermakna)

A. Cerita 1: Membantu Teman yang Jatuh

Saat bermain di halaman sekolah, Siti melihat Aisyah terjatuh. Siti segera mendekati Aisyah dan membantunya berdiri. Siti juga bertanya apakah Aisyah merasa sakit.

Aisyah mengucapkan terima kasih. Siti merasa senang karena dapat membantu temannya.

Pesan cerita: Kita harus peduli dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

B. Cerita 2: Membantu Teman Merapikan Alat Tulis

Ketika selesai belajar, pensil dan penghapus milik Beni jatuh berserakan. Rafi segera membantu mengumpulkannya.

Beni berkata, “Terima kasih, Rafi.”

Rafi menjawab, “Sama-sama. Senang bisa membantu.”

Pesan cerita: Menolong teman dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana.

πŸ’— 3. Apa Arti Menolong Teman?

Menolong teman adalah membantu teman yang sedang mengalami kesulitan dengan tulus dan tanpa mengharapkan imbalan.

Contoh sikap suka menolong

Nam thαΊ₯y Long Δ‘ang nhαΊ·t sΓ‘ch vở rΖ‘i trΓͺn sΓ n nΓͺn muα»‘n giΓΊp bαΊ‘n. Trong tΓ¬nh huα»‘ng nΓ y, Nam nΓͺn nΓ³i nhΖ° thαΊΏ nΓ o?

1. Membantu mengambil buku

Saat buku teman jatuh, kita membantu mengambilnya.

Two cute school children sharing colored pencils.

2. Meminjamkan alat tulis

Kita meminjamkan pensil jika memiliki lebih dan teman membutuhkannya.

Scene with students cleaning classroom together

3. Membantu merapikan kelas

Kita bekerja sama menjaga kelas tetap bersih.

student boy and girl Comforting sadly Friend

4. Menghibur teman yang sedih

Kita mendengarkan dan mengucapkan kata-kata yang baik.

Contoh sikap yang tidak baik

  • Membiarkan teman kesulitan padahal kita mampu membantu.

  • Menertawakan teman yang terjatuh.

  • Mengejek teman yang belum bisa mengerjakan tugas.

  • Menolak membantu hanya karena malas.

  • Meminta imbalan setiap kali menolong teman.

Ingat! Kita menolong dengan ikhlas, bukan untuk mendapatkan hadiah atau pujian.

🌷 4. Adab Ketika Menolong Teman

Agar pertolongan kita baik dan bermanfaat, lakukan hal berikut.

  1. Peduli — memperhatikan teman yang membutuhkan bantuan.

  2. Sopan — berbicara dengan kata-kata yang baik.

  3. Ikhlas — membantu tanpa meminta imbalan.

  4. Sabar — tidak marah ketika teman membutuhkan waktu.

  5. Bertanggung jawab — membantu sesuai kemampuan.

  6. Meminta izin — jika ingin membantu atau mengambil barang milik teman.

  7. Meminta bantuan orang dewasa — jika teman terluka atau menghadapi keadaan berbahaya.

Contoh kalimat yang baik:

  • “Bolehkah aku membantumu?”

  • “Ayo, kita rapikan bersama.”

  • “Kamu tidak apa-apa?”

  • “Sama-sama, senang bisa membantu.”

πŸ’— 5. Langkah-Langkah Menolong Teman

Childbook.ai - Khalid and the Magic of Good Manners

Langkah 1: Perhatikan

Lihat apakah teman benar-benar membutuhkan bantuan.

Saying Please and Thank You Coloring Pages for Kids | Polite Words Coloring Book

Langkah 2: Tawarkan bantuan

Tanyakan dengan sopan, “Boleh aku bantu?”

Woman paper dolls business Vector Images & Graphics for Commercial Use | VectorStock

Langkah 3: Bantu dengan ikhlas

Lakukan yang bisa kita kerjakan dengan aman.

Vector illustration of cute little kid saying thank you.  little kid saying thank you.

Langkah 4: Bersikap baik

Tetap sopan dan tidak mengejek teman.

🌷 6. Contoh Percakapan

Situasi: Teman lupa membawa pensil.

Dina: “Aku lupa membawa pensil.”

Rara: “Kamu boleh memakai pensil cadanganku.”

Dina: “Terima kasih, Rara.”

Rara: “Sama-sama. Kita harus saling membantu.”

Situasi: Teman kesulitan membawa buku.

Bima: “Bukumu banyak sekali. Bolehkah aku membantu?”

Rizki: “Boleh. Terima kasih, Bima.”

Bima: “Sama-sama. Kita bawa bersama, ya.”

Pesan: Gunakan kata-kata yang sopan saat menawarkan bantuan.

πŸ’— 7. Kebesaran Allah SWT

Allah SWT menyukai orang yang berbuat baik dan saling menolong dalam kebaikan.

Dalam Al-Qur'an, Surah Al-Ma'idah ayat 2, Allah memerintahkan manusia untuk saling menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.

Contoh penerapannya:

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Berbagi dengan teman yang membutuhkan.

  • Menghibur teman yang sedih.

  • Bekerja sama menjaga kebersihan kelas.

Pesan untuk anak: Ketika kita menolong teman dengan ikhlas, kita sedang belajar melakukan kebaikan yang diridai Allah SWT.

🌷 8. Mengenal Asmaul Husna

Cute muslim girl cartoon Vector Images & Graphics for Commercial Use | VectorStock

Ar-Rahman (Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ†ُ)

Artinya Allah Maha Pengasih.

Kita belajar menyayangi teman dan tidak bersikap kasar.

Islamic students Vectors - Download Free High-Quality Vectors | Magnific (formerly Freepik)

Ar-Rahim (Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِΩŠΩ…ُ)

Artinya Allah Maha Penyayang.

Kita belajar peduli dan membantu teman dengan tulus.

πŸ’— 9. Kegiatan Pembelajaran

A. Ayo Amati!

Perhatikan gambar-gambar berikut. Tentukan apakah perilaku anak termasuk suka menolong atau tidak suka menolong.

You Are Brave, Amy G. | Children’s Book About Emotions & Confidence — Brave Connections Coaching & Advocacy

Gambar A

How To Raise A Smart Baby Book at Lori Masters blog

Gambar B

The Power of Kindness: A Kids’ Story about Sharing and Caring | by Colin Oommen Joshy | Medium

Gambar C

cute student boy Giving a Book to friend

Gambar D

B. Ayo Berlatih!

Pilih satu jawaban yang paling tepat!

1. Ketika melihat buku teman jatuh, sebaiknya kita ....

2. Teman lupa membawa pensil. Jika memiliki pensil cadangan, kita dapat ....

3. Saat menolong teman, kita harus bersikap ....

4. Jika teman terluka cukup parah, kita sebaiknya ....

5. Mengapa kita harus menolong teman?

Periksa Jawaban

C. Daftar Kebiasaan Baikku

Berilah tanda centang pada kegiatan yang sudah kamu lakukan.

0 dari 5 kebiasaan sudah dicentang.

🌷 10. Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa:

  • Menolong teman adalah perbuatan baik.

  • Kita menolong dengan ikhlas dan sopan.

  • Kita tidak boleh mengejek teman yang kesulitan.

  • Kita membantu sesuai kemampuan dan meminta bantuan guru jika diperlukan.

  • Saling menolong membuat persahabatan semakin baik.

Refleksi diri:

“Apa satu kebaikan yang akan aku lakukan untuk membantu teman hari ini?”

Mari menjadi anak yang peduli, baik hati, dan suka menolong.

Semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 1C! πŸ’—πŸŒ·

Senin, 02 November 2026 - 1C - Bahasa Indonesia

RUANG BELAJAR DIGITAL KELAS 1C USTMAN BIN AFFAN SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG       πŸ“Œ IDENTITAS Nama Guru: Silva Ayuningsih, S. Pd. dan Hest...